1. TANAH BUMBU
  2. KOMODITAS

Tanam Cabai, Kiswandi Untung Rp7 Juta per Minggu

Dengan pola ini, hasil yang didapatkan sangat menguntungkan dan dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

Kiswandi di kebun karetnya / mckalsel.id. ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Randi | Selasa, 07 Februari 2017 11:20

Otonomi.co.id, Tanah Bumbu - Kiswandi, petani di Desa Waringin Tunggal, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan, berhasil memanfaatkan lahan 0,5 hektare (ha) miliknya untuk menanam cabai rawit dengan pola tumpang sari. Dari usahanya itu, ia meraup keuntungan sebesar Rp7 juta per minggu.

"Alhamdulillah dalam seminggu bisa mengumpulkan 100 kilogram (kg) cabai. Dengan kisaran harga cabai Rp70 ribu perkilogramnya, maka keuntungan mencapai Rp 7 juta," kata dia.

Mahalnya harga cabe, ia menjelaskan, membuat Kiswandi menjadi lebih giat meningkatkan produksi tanam jenis holtikultura. "Saya memanfaatkan lahan tanaman karet saya untuk menanam cabai ini," ujar seperti dikutip dari mckalsel.com, Selasa 7 Februari 2017.

Perawatan tanam cabai rawit dengan pola tumpang sari, Kiswandi menerangkan, perlu keuletan dan ketekunan. Pola ini mengharuskan petani untuk menjaga ranting daun yang tak jarang menutupi hamparan tanaman cabe tersebut. Mengingat tanaman cabai tidak boleh terlindung dari matahari.

“Tanam cabai pola tumpang sari harus rajin merawat dan membersihkan lahan. Namun dengan pola ini, hasil yang di dapatkan sangat menguntungkan dan dapat meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya. (dwq)

 

PILIHAN EDITOR

 

(R/R)
  1. Kalimantan Selatan
  2. Kabupaten Tanah Bumbu
KOMENTAR ANDA