1. TANAH BUMBU
  2. NEWS

Koperasi Tanah Bumbu Tak Berkembang, Pemkab Jalankan Sosialisasi

Para pelaku koperasi harus memiliki keyakinan bahwa koperasi masih menjadi andalan dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Sosialisasi Advokasi dan Pengembangan Koperasi Tanah Bumbu (Humas Tanah Bumbu). ©2017 Otonomi.co.id Editor : Ariyanti Ratna | Jum'at, 19 Mei 2017 12:14

Otonomi.co.id, Tanah Bumbu - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro, bekerjasama dengan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi Advokasi dan Pengembangan Koperasi.

Sosialisasi yang bertempat di Gedung Sekretariat Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), dihadiri oleh peserta dari Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kabupaten Tanah Bumbu.

Acara tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI, serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro Suhartoyo, sosialisasi tersebut dilatarbelakangi pengembangan koperasi di Tanah Bumbu yang dirasa berjalan di tempat.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berinisiatif untuk memfasilitasi agar para pelaku koperasi lebih memiliki keyakinan bahwa koperasi masih menjadi andalan dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan.

"Agar sosialisasi dapat berkembang dengan baik, kami mendatangkan narasumber dari Kementerian Koperasi dan Dinas Koperasi Provinsi Kalimantan Selatan," ujar Suhartoyo.

Sosialisasi Advokasi dan Pengembangan Koperasi Tanah Bumbu
© 2017 otonomi.co.id/Humas Tanah Bumbu

Adapun materi yang akan mereka berikan, tambah Suhartoyo, adalah cara pengembangan koperasi, baik dari sisi legalitas mauoun pengawasannya.

"Saat ini jumlah koperasi yang terdata di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro Tanah Bumbu ada sebanyak 304, untuk yang aktif ada 250. Kemudian yang melaporkan Rapat Anggota Tahunan hanya ada 35 koperasi," ujarnya.

Dengan terlaksananya sosialisasi tersebut, diharapkan pemerintah daerah dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi koperasi hingga sulit berkembang.

Menurut Kepala Bagian Koordinasi Penyusunan Perundang-Undangan Sekretariat Kementerian Koperasi dan UKM RI Henra Saragih, kebijakan dan strategi Kementerian Koperasi UKM 2015-2019, diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kelayakan, dan nilai tambah UMKM serta koperasi. Sehingga UMKM dan koperasi mampu tumbuh ke skala yang lebih besar dan memiliki daya saing.

Permasalahan kreativitas usaha di Indonesia, tambah Henra, disebabkan oleh rendahnya spirit perkoperasian. Serta tidak memiliki visi yang tajam, terlalu mengandalkan bantuan dari luar, adanya kaderisasi yang mandek.

Ada beberapa kegiatan strategis yang bisa dilakukan terkait dengan pemberdayaan koperasi. Yaitu penataan data koperasi dan UKM, program pembebasan biaya pembuatan akta koperasi bagi usaha mikro untuk memberi legalitas, penguatan peran Koperasi Unit Desa (KUD), serta pendampingan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Lalu pengelolaan dana bergulir, start up capital bagi wirausaha pemula, pendampingan sertifikasi tanah bagi Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), revitalisasi pasar rakyat, penataan lokasi dan sarana usaha bagi pedagang skala mikro, fasilitas promosi dalam dan luar negeri.

Membangun UKM entrepreneur yang produktif yang produktif, fasilitasi merek dan pengemasan untuk koperasi dan UMKM, fasilitasi kemitraan produksi, penumbuhkembangan wirausaha, serta pelatihan bagi SDM KUMKM.

Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Mustaing, berharap agar sosialisasi yang dilaksanakan bisa memberi manfaat bagi kemajuan pembangunan daerah.

"Kami sangat menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini, karena disamping ini adalah upaya kita untuk mengembangkan dan menyegarkan kembali koperasi, legalitasnya juga diharapkan mampu memberi pemahaman dalam menata dan mengelola koperasi secara profesional. Koperasi juga diharapkan mampu berorientasi pada ekonomi kerakyatan," ujar Mardani.

Dia mengimbau kepada seluruh anggota koperasi untuk menumbuhkan komitmen dan tanggung jawab demi kemajuan koperasi, khususnya dalam rangka mensejahterakan anggota koperasi dan masyarakat di Tanah Bumbu.


(Humas Tanah Bumbu)

 

PILIHAN EDITOR

(AR)
KOMENTAR ANDA